Kegiatan Pengabdian Dosen dan Mahasiswa UNEJ sebagai Pioneer Swadaya Benih di Desa Suling Wetan Bondowoso

Beberapa waktu lalu Kelompok yang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa Fakultas Pertanian UNEJ mengadakan kegiatan pengabdian ke masyarakat. Tepatnya pada Sabtu 17 September 2022, kegiatan berfokus pada edukasi swadaya benih yang dilakukan di Desa Suling Wetan Bondowoso. Dilansir dari VisitBondowoso.com pada artikel berjudul “Mewujudkan Kemandirian Masyarakat dalam Swadaya Benih dengan Pengenalan Intensifikasi Propagasi Tanaman di Desa Suling Wetan Bondowoso”, berikut rangkuman kegiatannya.

Peningkatan pemberdayaan dan swadaya masyarakat menjadi alternatif untuk mencapai kemandirian sosial dan peningkatan perekonomian desa yang merata. Propagasi atau pembiakan tanaman merupakan metode penting dalam memenuhi kebutuhan benih untuk masyarakat pedesaan.

Disisi lain peran Universitas sebagai lembaga pendidikan tinggi dan pengembangan riset harus mampu menjadi pioneer dalam mengatasi persoalan yang muncul dalam masyarakat. Fakultas Pertanian Universitas Jember dalam hal ini telah banyak melakukan pengembangan teknik makropropagasi berbagai jenis tanaman pangan, hortikultura, ornamental dan perkebunan. Berbagai hasil penelitian dan pengembangan keilmuan yang telah dilakukan sudah sepatutnya dapat diterapkan secara langsung kepada masyarakat.

Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat oleh Kemendikbud menjadi wadah deseminasi Fakultas Pertanian untuk menularkan pengetahuan dan keterampilan kepada kelompok tani, petani dan masyarakat desa Suling Wetan Bondowoso. Tim dosen yang diketuai oleh Mohammad Ubaidillah telah sukses menularkan teknik makropropagasi tanaman hortikultura melalui workshop, training dan pendampingan secara langsung.  Tanggapan positif juga diutarakan oleh ketua kelompok tani Sultan Jaya yaitu Bapak Achmad Djoko. Menurut beliau adanya kegiatan ini benar-benar memberikan informasi baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.

“Ilmu seperti ini sangat baru, kami bersyukur mendapatkan kesempatan menimba ilmu dari dosen-dosen UNEJ dan semoga kedepan ada kegiatan serupa ”, demikian tanggapan yang sama diutarakan oleh ketua tim Tani Mekar Bapak Muhli.

Pelaksaan program pengabdian menitik beratkan pada perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan penggunaan organ daun dan batang serta penggunaan zat pengatur tumbuh sesuai target yang diinginkan baik perakaran dan tunas. Teknik ini jelas dapat menghasilkan bibit dengan lebih efisien, sifat genetis yang tidak berubah, dengan jumlah kuantitas bibit yang banyak. Kegiatan ini difokuskan pada penyediaan bibit  terutama tanaman holtikultura antara lain tanaman pisang, kelengkeng, jambu air, rambutan dan beberapa tanaman ornamental lain.

“Hingga saat ini tim program terus melakukan pendampingan, dengan rutin melakukan monitoring dan evaluasi. Dengan harapan masyarakat benar-benar dapat menjadi independent dalam memproduksi benih sehingga dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan swadya benih di Desa Suling Wetan Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso.” ujar ketua tim dosen.

Dokumentasi Kegiatan

Kegiatan pengabdian seperti halnya yang telah dipaparkan diatas tentunya perlu mendapat perhatian lebih, utamanya oleh akademisi dan pemerintah. Kedepan, harapannya kegiatan seperti ini lebih banyak dilakukan guna meningkatkan kompetensi masyarakat desa, khususnya di bidang pertanian.

Isi artikel ini pertama kali tayang di VisitBondowoso.com dengan judul “Mewujudkan Kemandirian Masyarakat dalam Swadaya Benih dengan Pengenalan Intensifikasi Propagasi Tanaman di Desa Suling Wetan Bondowoso”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *